LOGO
Home Tentang Info Publik

KEMENPAREKRAF Serahkan Bantuan Perlengkapan Aktivitas Wisata Arung Jeram Dalam Rangka Penerapan Protokol Kebiasaan Baru

IMG
Sukabumi- 16 Agustus 2020. Dalam momentum peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun dengan tema Indonesia Maju, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan bantuan perlengkapan aktivitas wisata Arung Jeram di berbagai lokasi di Indonesia untuk mendukung persiapan Aktivitas Wisata Minat Khusus pada masa adaptasi kebiasaan baru. Dukungan bantuan perlengkapan tersebut untuk berbagai operator arung jeram yang tergabung dalam asosiasi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI). Perlengkapan aktivitas wisata arung jeram yang diberikan Kemenparekraf pada masing-masing operator, terdiri dari:

1.Oksigen Portable 2 L sebanyak 2 unit.
2.Ambu Bag sebanyak 5 unit.
3.Dry Bag 40 L sebanyak 2 buah.
4.Tangki Disinfektan Elektrik sebanyak 2 unit.
5.Helm Arung Jeram sebanyak 15 buah.
6.Dayung Arung Jeram sebanyak 15 buah.
7.Jaket Pelampung sebanyak 15 buah.
8.Botol air minum (tumblr) sebanyak 15 buah.

Program bantuan perlengkapan aktivitas wisata minat khusus ini tidak hanya bagi wisata arung jeram, namun Kemenparekraf juga memberikan bantuan serupa pada wisata pengamatan burung (birdwatching) dan wisata pendakian gunung. Seremonial program bantuan perlengkapan ini dilaksanakan di Citarik Sukabumi untuk wisata arung jeram, perlengkapan pemandu gunung di Gunung Papandayan Kab. Garut, serta untuk pemandu pengamatan burung (Birdwatching) di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Bantuan perlengkapan wisata arung jeram diberikan kepada 62 operator dari 14 provinsi yang secara seremonial diwakili oleh 20 operator arung jeram asal provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan di Citarik Sukabumi, pada hari Senin, 17 Agustus 2020. Beberapa hal yang menjadi tujuan penyerahan bantuan ini adalah:

• Membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus memberdayakan pelaku UMKM. Bantuan peralatan yang diberikan merupakan produk buatan dalam negeri. Kemenparekraf meyakini bahwa membeli dan menggunakan produk dalam negeri tidak saja akan meningkatkan pendapatan produsen lokal, mendongkrak perekonomian daerah, dan menghindari ancaman resesi, namun juga memupuk kepercayaan dan rasa bangga dengan produk buatan Indonesia (BBI: ”Bangga Buatan Indonesia”)..
• Membangkitkan kembali semangat bagi para pelaku pariwisata yang terdampak pandemi untuk kembali membangun pariwisata Indonesia di masa adaptasi kebiasaan baru. .

Kemenparekraf bekerjasama dengan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dan pelaku pariwisata arung jeram telah menyusun protokol kesehatan dan panduan pelaksanaan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability/ kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian alam berkelanjutan) wisata arung jeram. Protokol ini akan disimulasikan di Citarik Sukabumi pada tanggal 17 – 18 Agustus 2020

Dalam pelaksanaan simulasi protokol, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Production House (PH) dalam pembuatan konten video untuk mempromosikan dan mengedukasi masyarakat mengenai pelaksanaan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability/ kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian alam berkelanjutan), khususnya pada aktivitas wisata arung jeram.

Kerjasama lainnya juga dilakukan bersama media online serta cetak nasional yang berperan dalam meliput seluruh aktivitas selama kegiatan berlangsung dengan mengangkat isu upaya pemulihan destinasi pariwisata di Indonesia yang terdampak Covid-19 dengan menerapkan standar operasional prosedur pencegahan penyebaran Covid-19.

Sumber : PB-FAJI, Sukabumi 16 Agustus 2020, admin