FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

Chronicles

12 April 2007 04:43 PM

BERITA ACARA PEMBENTUKAN FAJI - 1996

Source: PB FAJI

BERITA ACARA

 

SIDANG PEMBENTUKAN

FEDERASI ARUNG JERAM INDONESIA

1996

 

 

PENDAHULUAN

Sidang pembentukan organisasi yang direncanakan akan menjadi wadah bagi para aktivis arung jeram di Indonesia ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 1996, bertempat di kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Proses pembentukan organisasi tersebut, yakni Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) berlangsung hingga pada tanggal 30 Maret 1996 dengan puncak acara pemilihan Ketua Umum FAJI dan dilaksanakan di Sukabumi, di sebuah pulau kecil di tengah aliran Sungai Citarik.

 

Kegiatan berikutnya adalah pelaksanaan tugas-tugas yang merupakan hasil sidang. Pelaksana tugas-tugas tersebut adalah Tim Formatur, Tim Perumus sreta Ketua Umum terpilih.

 

Berikut adalah detail proses pembentukan FAJI serta kegiatan-kegiatan yang menyertainya setelah acara puncak tanggal 29-30 Maret 1996.

 

29 Maret 1996

Pelaksanaan sidang pembentukan FAJI dimulai pada pukul 19.30 WIB dihadiri oleh 30 (tigapuluh) organisasi dari 38 (tiga puluh delapan) organisasi arung jeram di Indonesia yang diundang. Adapun distribusi propinsi yang terwakili adalah Daerah Istimewa Aceh (1 organisasi), DKI Jakarta (16 organisasi), Jawa Barat (6 oraganisasi), Daerah Istimewa Yogyakarta (2 organisasi), Jawa Timur (5 organisasi). Sebelum menginjak pada pemilihan Ketua Sidang, dilakukan presentasi “Hasil Perumusan Garis Kebijaksanaan Organisasi dan Anggaran Dasar,” oleh Tim Perumus yang terdiri dari : Agung Ari Wibowo (Mapala UI), Amalia Yunita (Arus Liar), Dedi Kober (Mapala UI). Sedangkan Notulis adalah Andri M. (ISTN Canoeing) dan Moderator adalah Tavip Budiono Hs. (Tirta Kencana).

 

Proses dialog untuk membahas hasil rumusan berlangsung lebih kurang dua jam. Pada pukul 21.30 WIB untuk meneruskan jalannya sidang yang akan membahas tentang pembentukan Tim formatur untuk memilih Ketua Umum FAJI. Ketua Sidang terpilih adalah Tavip Budiono Hs. Yang kemudian diserahi tanggung jawab memimpin jalannya sidang pembentukan Tim Formatur. Adapun mekanisme pembentukan Tim Formatur serta Tata Tertib sidang dijelaskan di bawah ini.

 

Mekanisme pembentukan Tim Formatur

Dalam proses pembentukan Tim Formatur terdapat dua usulan rumusan, yakni :

1.                   Usulan yang menyebutkan bahwa propinsi yang diwakili oleh anggota hadir kurang dari 5 organisasi akan diwakili oleh 1 (satu) Formatur, propinsi yang diwakili oleh anggota hadir 5-10 organisasi akan diwakili oleh 2 (dua) Formatur serta propinsi yang diwakili oleh anggota hadir lebih dari 10 oragnisasi akan diwakili oleh 3 (tiga) Formatur.

2.                   Usulan yang menyebutkan bahwa propinsi yang diwakili oleh anggota hadir kurang dari 3 organisasi akan diwakili oleh 1 (satu) Formatur dan propinsi yang diwakili oleh anggota hadir lebih dari 3 organisasi akan diwakili oleh 2 (dua) Formatur.

 

Kedua usulan tersebut kemudian diserahkan kepada forum dan hasilnya adalah 21 (duapuluh satu) organisasi memilih usulan kedua, 7 (tujuh) organisasi memilih usulan pertama serta 2 (dua) organisasi menyatakan abstain.

 

Dengan kesepakatan forum memilih usulan kedua untuk mekanisme pembentukan Tim Formatur maka distribusi Tim Formatur sebagai berikut :

a.         Daerah Istimewa Aceh            = 1 formatur

b.         DKI Jakarta                                    = 2 formatur

c.         Jawa Barat                           = 2 formatur

d.         Daerah Istimewa Yogyakarta            = 1 foramtur

e.         Jawa Timur                           = 2 formatur

Pada saat menjelang pemilihan Tim Formatur masing-masing propinsi dilakukan tanda tangan pengesahan kerangka Anggaran Dasar Federasi Arung Jeram Indonesia.

 

Adapun hasil pengesahan Anggaran Dasar FAJI tersebut adalah 27 (duapuluh tujuh) organisasi setuju, plus 1 (satu) organisasi mendukung semua hasil keputusan sidang yakni Mahitala Unpar bandung serta 2 (dua) organisasi menyatakan abstain, yakni Wanadri dan Imapala Universitas Merdeka Malang. Serta ditandatangani oleh 5 (lima) peninjau yang mewakili setiap propinsi. Tanda tangan pengesahan Anggaran Dasar Federasi Arung Jeram Indonesia tersebut pada pukul 22.50 WIB tertanggal 29 Maret 1996. Momen tersebut juga disepakati sebagai tanggal berdirinya Federasi Arung Jeram Indonesia . (Tanda tangan pengesahan terlampir)     

 

Dari pihak Wanadri melalui delegasinya menjelaskan bahwa sikap abstain organisasinya tersebut pada prinsipnya tetap mendukung rencana pembentukan FAJI dan selanjutnya Wanadri akan menganalisa perkembangan FAJI. Untuk itu delegasi Wanadri melalui Ketua Sidang meminta agar Wanadri bisa mendapatkan semua hasil sidang pembentukan FAJI untuk dibahas lebih lanjut. Sedangakan sikap abstain dari delegasi Imapala Universitas Merdeka Malang tidak disertai dengan penjelasan kepaad Ketua Sidang.

 

Tim Formatur Terpilih

Seusai sproses pengesahan Anggaran Dasar FAJI (dengan catatan : perlu penyempurnaan) kemudian dilakukan break untuk memilih anggota formatur yang akan mewakili propinsi masing-masing. Hasil pemilihan anggotan formatur tersebut adalah sabagai berikut :

a.                  Daerah Istimewa Aceh adalah Yun Afrizal (LEUSR Universitas Syah Kuala)

b.                  DKI Jakarta adalah Abdurahman (ISTN Canoeing) dan Asep saputra (Makopala)

c.                  Jawa Barat adalah Rina (Palawa Universitas Padjadjaran) dan Sofyan Nuralam Sjah (Hiawatha)

d.                  Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Adi Prasetijo (Mapagama Universitas Gadjah Mada)

e.                  Jawa Timur adalah Ario Indrasworo C.A (Vignecvara STIE Malangkucecwara) dan Arnold P. Letelay (Wigapala) Universitas Widya Gama Malang)

Anggota formatur Daerah Istimewa aceh menyatakan ketisanggupannya menerima tanggungjawab sebagai salah satu anggota formatur dan kepada Ketua sidang meminta agar hak suaranya dialihkan kepada organisasi lain. Permintaan tersebut ditolak oleh Ketua Sidang karena sesuai dengan tata tertib sidang yang menyebutkan bahwa hak suara tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Sehingga dengn mundurnya formatur dari daerah Istimewa Aceh maka hanya 7 (tujuh) anggota formatur dari seharusnya 8 (delapan) anggota formatur.

 

Ketujuh anggota formatur yang diketuai oleh Adi Prasetijo (Mapagama UGM) kemudian melangsungkan rapat terbatas untuk membahas masalah seputar pemilihan Ketua Umum FAJI, penyempurnaan AD/ART FAJI, Dewan Pengawas FAJI serta tugas-tugas awal Badan Pengurus Pusat FAJI yang rencananya akan dibantu oleh para anggota formatur. Rapat terbatas tersebut hanya dihadiri oleh Ketua sidang dalam kapasitas sebagai peninjau. Sedangkan peserta sidang yang lain pada malam itu juga, berangkat ke Sungai Citarik, Sukabumiuntuk persiapan acara “arung jeram bersama” keesokan harinya untuk kemudian melanjutkan sidang kembali. Sidang pemilihan Ketua Umum FAJI  yang merupakan acara puncak kedua dalam proses pembentukan Federasi Arung Jeram Indonesia.

 

30 Maret 1996

Acara “arung jeram bersama” di Sunagi Citarik dimulai pada pukul 09.00 WIB dan selesai lebih kurang pukul 11.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan istirahat siang hingga pukul 14.00 WIB. Sejak pukul 13.00 WIB Tim formatur dan Ketua Sidang membahas tentang persiapan serta mekanisme pemilihan Ketua Umum FAJI.

 

Menurut scenario yang disusun dan disepakati oleh Tim formatur, para kandidat Ketua Umum FAJI akan dipanggil satu per satu untuk berdialog langsung dengan Tim Formatur serta Ketua sidang sekaligus menjajaki visi para kandidat tersebut.

 

Setelah acara “dialog visi” ini selesai para kandidat akan dibawa kembali pada forum untuk mempresentasikan program-program mereka. Kemudian, sebagai acara final adalah pemungutan suara untuk memilih Ketua Umum FAJI. (Catatan : dari 30 organisasi yang hadir pada haripertama sidang di Kampus Trisakti yang minta ijin untuk kembali kedaerahnya sebanyak 4 organisasi yakni delegasi Mahitala Unpar Bandung, delegasi Wanadri, delegasi Trekmate Outdoor Adventure serta delegasi Bimover Institute Bisnis Indonesia). Sehingga pada saat acara puncak kedua tersebut dihadiri oleh 26 (duapuluh enam) organisasi penandatanganan Anggaran dasar FAJI. (Daftar hadir delegasi pada saat pemungutan suara terlampir).     

 

Kandidat Ketua Umum FAJI

Setelah melewati dialog panjang antar anggota formatur yang dimulai sejak 29 Maret 1996 dini hari hingga 30 Maret 1996 pagi hari, Tim Formatur sepakat untuk mengajukan 3 (tiga) kandidat Ketua Umum. Proses pemilihan kandidat ini dilakuakn secara tertutup dan terbatas. Setelah kandidat dipilih, Tim Formatur kemudian meminta Ketua sidang bergabung untuk melaksanakan mekanisme berikutnya, yakni dialog langsung dengan para kandidat.

 

            Ketiga kandidat tersebut untuk selanjutnya dipilih berdasarkan nomor urutnya, yaitu :

            Nomor 1 adalah Agung Ari Wibowo (Mapala UI)

            Nomor 2 adalah Rachmad “Gajah” (Cherooke Arung Jeram)

            Nomor 3 adalah Amalia Yunita (Arus Liar)

 

Pemilihan Ketua Umum FAJI

Sesuai dengan keputusan Tim Formatur maka mekanisme pemilihan Ketua Umum FAJI pada 30 Maret 1996 dan diikuti oleh 26 (duapuluh enam) delegasi organisasi maka system yang dipakai adalah system voting yang dilakukan hanya 1 (satu) kali. Proses pemilihan ini dipimpin oleh Ketua Sidang.

 

            Adapun hasil pemungutan suara tersebut adalah sebagai berikut :

            Kandidat Nomor 1 mendapatkan 5 (lima) suara

            Kandidat Nomor 2 mendapatkan 5 (lima) suara

            Kandidat Nomor 3 mendapatkan 15 (limabelas) suara

            1 (satu) suara abstain

 

Jumlah total suara = 26 (duapuluh enam) suara

 

Dengan demikian dari pemungutan suara tersebut kandidat Nomor 3 yakni Amalia Yunita terpilih sebagai Ketua Umum FAJI untuk periode pengurusan 1996-2000. Terhitung sejak tanggal 30 Maret 1996.

 

Adapun hasil pemungutan suara tersebut kemudian secara resmi ditandatangani oleh :

1.                   Saksi I adalah Muhammad Ihsan (delegasi Senandung ITB)

2.                   Saksi II adalah Toni Wilson (delegasi Imapala universitas Merdeka Malang)

3.                   Wakil Tim Formatur adalah Adi Prasetijo (Mapagama Universitas Gadjah Mada)

4.                   Ketua Sidang adalah Tavip Budiono Hs. (Tirta Kencana)

(Berkas pengesahan pemungutan suara tersebut juga terlampir dalam laporan ini)

 

Kemudian antara Tim Formatur, Ketua Umum FAJI serta wakil Tim Pemutus sepakat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang masih ada, yakni penyempurnaan Anggaran Dasar FAJI, penyusunan Anggaran Rumah Tangga Faji, penentuan Dewan Pengawas serta rancangan struktur organisasi.

 

31 Maret 1996

Diadakan pertemuan tiga pihak, yakni Tim Formatur (diwakili oleh Asep Saputra, Abdurahman, Arnold P. Leletay, adi Prasetijo dan Ario Indraswor), Ketua Umum FAJI (Amalia Yunita) serta Tim Peruapun hasil pemungutan suara tersebut kemudian secara resmi ditandatangani oleh :

1.                   Saksi I adalah Muhammad Ihsan (delegasi Senandung ITB)

2.                   Saksi II adalah Toni Wilson (delegasi Imapala universitas Merdeka Malang)

3.                   Wakil Tim Formatur adalah Adi Prasetijo (Mapagama Universitas Gadjah Mada)

4.                   Ketua Sidang adalah Tavip Budiono Hs. (Tirta Kencana)

(Berkas pengesahan pemungutan suara tersebut juga terlampir dalam laporan ini)

 

Kemudian antara Tim Formatur, Ketua Umum FAJI serta wakil Tim Pemutus sepakat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang masih ada, yakni penyempurnaan Anggaran Dasar FAJI, penyusunan Anggaran Rumah Tangga Faji, penentuan Dewan Pengawas serta rancangan struktur organisasi.

 

Diadakan pertemuan tiga pihak, yakni Tim Formatur (diwakili oleh Asep Saputra, Abdurahman, Arnold P. Leletay, Adi Prasetijo dan Ario Indrasworo), Ketua Umum FAJI (Amalia Yunita) serta Tim Perumus (diwakili oleh Herawati Rambe dan Tavip Budiono Hs) untuk menyempurnakan Anggaran Dasar FAJI sekaligus rancangan Anggaran Rumah Tangga FZAJI, bertempat di secretariat MPA Aranyacala Trisakti pada tanggal 31 Maret 1996. Pembahasan tentang penyempurnaan Ad FAJI tersebut dimulai sejak pukul 10.30 WIB hingga pukul 23.30 WIB.

 

Hasil pembahasan saat itu adalah diselesaikannya penyempurnaan Anggaran Dasar FAJI serta konsep rancangan Anggaran Rumah Tangga FAJI yang akan dibahas kemudian. Pembahasan tentang Anggaran Rumah Tangga FAJI tersebut direncanakan pada tanggal 02 april 1996, bertempat di Arus Liar Jl. Mampang Prapatan VI/37 Jakarta Selatan.

02 April 1996

Pada pertemuan 02 april 1996 ini tim Formatur diwakili 6 (enam) anggotanya (Arnold P. Leletay, Abdurahman, Rina, Sofyan Nuralam Sjah, Adi Prasetijo dan Ario Indrasworo), sedangkan Tim Perumus diwakili oleh 5 (lima) anggotanya (Tantyo Bangun, Agung Ari Wibowo, Andri M., Tavip Budiono Hs, dan Rachmad Gajah) serta Ketua Umum FAJI (Amalia Yunita) bertempat di Arus Liar.

 

Hasil pertemuan ini adalah kerangka dasar Anggaran Rumah Tangga FAJI, beberapa penyempurnaan tentanng Arah dan Bentuk Organisasi serta konsep dasar penyusunan juklak yang nantinya menjadi tugas Tim Perumus dan wakil Tim Formatur serta Ketua Umum FAJI beserta calon-calon anggota Badan Pengurus Pusat untuk merampungkannya.

 

Kemudian setelah pertemuan tiga pihak tersebut pertemuan-pertemuan berikutnya yang menyusul adalah pertemuan anggota Badan Pengurus Pusat yakni pada tanggal 09 April 1996, 12 April 1996 serta 18 April yang bertujuan menyelesaikan tugas-tugas dasar berupa penyusunan Anggaran Rumah Tangga FAJI, pembentukan Badan Pengurus Pusat FAJI serta beberapa tugas administrative lainnya yang muncul begitu cepat (seperti : Tugas-tugas administrative dan operasional berkaitan dengan adanya Kejuaraan Arung Jeram Aesthetica Terbuka 1996 FPBS IKIP Manado serta Gladian Nasional XI Pencinta Alam Indonesia 1996 di Yogyakarta).     

 

Hasil pertemuan tersebut telah menghasilkan Susunan Badan Pengurus Pusat FAJI yang terlampir dalam laporan ini.

 

Demikianlah kronologis berita acara Pembentukan Federasi Arung Jeram Indonesia disusun sesuai dengan data-data yang ada.

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org