FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

Articles

All Articles Index | Teknik | Wisata | Organisasi | Warnasari | Feedback

08 June 2009 05:18 PM

Selancar Sungai (Riverboarding)

Sumber: http://www.mproprovider.com

Selancar Sungai (Riverboarding)

Kegiatan selancar sungai mirip belajar naik sepeda, mengatur keseimbangan, bagaimana membelok, dan sebagainya. Lebih mudah langsung dicoba daripada diuraikan teorinya. Jadi, tidak usah melanjutkan membaca artikel ini kalau hanya ingin tahu cara memainkannya. Tapi, apa sebenarnya selancar sungai itu?

Ada teman yang menggambarkannya sebagai bersepeda downhill tanpa rem. Well, tidak sepenuhnya begitu. Berselancar di atas (atau kadang di bawah) sebilah papan mengarungi arus, menembus jeram, ada seninya. Makin dikuasai makin dapat kita kendalikan, kita lambatkan atau percepat, meliuk seperti pemain skateboard, bahkan diajak berakrobat seperti BMX.


Sejarah

Riverboarding lahir pada tahun 1970an. Awalnya muncul dari kebosanan sekelompok pemandu rafting di Perancis. Mereka menginginkan "berenang di sungai" dengan cara yang lebih menarik, lebih menantang. Maka orang-orang yang sudah sangat akrab dengan karakter sungai itu mengikat beberapa jaket pelampung menjadi satu, lalu terjun. Ya, sesederhana itulah cikal bakal lahirnya riverboard. Harus diakui, orang Perancis memang paling kreatif menciptakan tantangan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Salah satu faktor tantangan dalam kegiatan yang juga dikenal dengan sebutan hydrospeed ini adalah kecepatan. Pada bagian arus yang sangat deras, kecepatan peselancar bisa melebihi 30 km per jam. Sama sekali tidak cepat jika dibandingkan kebut-kebutan dengan sepeda motor. Namun, tantangan lainnya adalah hubungan langsung antara pelaku dengan sungai. "It's just between you and the river", begitu semboyan para pecintanya. Papan selancar "modern" yang umumnya terbuat dari karet busa itu berketebalan 8-12 cm. Di air sungai yang bergolak, terkadang papan setebal itu tidak berarti apa-apa. Dengan perahu karet atau kayak, kita seringkali ditelan jeram. Dengan riverboard, hampir sepanjang waktu kita berada sejajar dengan permukaan air. Sisanya, sebentar terbenam sebentar terlempar ke udara. Itu sebabnya ada situs internet tentang selancar sungai memasang judul Face Level (www.facelevel.com)

Tak lama berselang, orang-orang Perancis pencetus riverboarding ini mengganti pelampung yang awalnya sekadar diikat dengan karet busa. Bentuknya pun terus dikembangkan, hingga mencapai bentuk dasar papan selancar sungai yang dikenal sekarang.
Kini, riverboarding sudah menyebar luas di Eropa, Amerika dan Australia serta Selandia Baru. Namun kata Robert Carlson, salah satu tokoh riverboarding modern, sebenarnya kegiatan hydrospeed sudah ada sejak zaman prasejarah! Bagaimana bisa? Menurut Carlson, siapa pun yang melompat masuk ke sungai dengan alat pengapung apa pun, lalu "berselancar" mengikuti arus, dapat dikategorikan sebagai peselancar sungai. Misalnya, ada kelompok-kelompok manusia purba yang memanfaatkan pohon tumbang atau balok kayu sebagai alat transportasi. Sampai sekarang pun kegiatan semacam itu tetap ada. Contoh, coba main ke desa-desa dekat sungai. Anak-anak usia SD dengan santai berceburan di sungai deras acapkali hanya dengan batang pisang atau bambu. Seolah jaman prasejarah masih berlangsung.
Kenapa riverboarding sangat terlambat masuk Indonesia? Rasanya bukan hanya soal harga, walaupun harga riverboard di internet rata-rata di atas 3 juta kalau dirupiahkan. Mungkin yang lebih berperan adalah lambatnya arus informasi. Sekarang, dengan mudahnya kita bisa berselancar di internet, mudah-mudahan arus informasi jadi sekencang arus sungai sehabis hujan di hulu, sehingga kita di Indonesia segera dapat menyelancari sungai-sungai kita yang tak terhitung potensi dan tantangannya, bahkan berpartisipasi dalam lomba-lomba hydrospeed yang sudah banyak digelar di mancanegara.
 
 
+++++++++++++++
 
Senin tanggal 18 Februari 2008 telah terbentuk : INDONESIA RIVERBOARDING ASSOCIATION (IRA), sebuah organisasi payung yang mewadahi perkumpulan/club-club/komunitas kegiatan outdoor yang peduli dengan perkembangan olah raga Riverboarding - atau biasa di sebut Selancar Sungai - di Indonesia ini, memiliki tujuan: " MENJADI WADAH BERSAMA UNTUK MENGEMBANGKAN OLAH RAGA RIVERBOARDING SECARA MELUAS DI INDONESIA"

INDONESIA RIVERBOARDING ASSOCIATION (IRA)


Jl. Cigadung Raya No. 8A Bandung
Telp:022-92129493/091380950062

e-mail : indonesia_riverboarding@yahool.com
website : www.mproprovider.wordpress.com

 
FaceBook Group : Indonesia Riverboarding Association
 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org