FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

Articles

All Articles Index | Teknik | Wisata | Organisasi | Warnasari | Feedback

24 November 2007 02:07 AM

OLEH-OLEH DARI WRC KOREA 2007 (1st part)

Sumber: PB FAJI : Amalia Yunita (yuni@arusliar.co.id)

(ini versi Text Only, full versionnya sedang disipakan agar bisa mudah diunduh dari Situs ini)

 

OLEH-OLEH DARIWORLD RAFTING CHAMPIONSHIP (WRC)KOREA 2007  

Ini kali pertama saya ikut serta dan terlibat dalam kejuaraan dunia arung jeram. Kebetulan ini event akbar karena sekaligus memperingati 10 tahun kejuaraan dunia dan 10 tahun berdirinya International Rafting Federation (IRF).

Banyak pengalaman dan pembelajaran saya dapat baik secara pribadi maupun tim, baik pelajaran yang baik maupun sebaliknya. Melalui mata, telinga, perspektif pikiran yang saya tuangkan dalam tulisan ini, mudah-mudahan para pemerhati kegiatan arung jeram terutama arung jeram kompetisi di Indonesia juga bisa mengambil ’manfaat’ yang sama.   

Sejarah World Rafting Championship  

Bicara apapun rasanya kurang afdol kalau kita tak kenal sejarahnya. World Rafting Championship dimulai ketika pada tahun 1987 di Chuya River, Siberia digelar kejuaraan arung jeram yang melibatkan 50 tim peserta dengan nomor Slalom dan Down River.

Kegiatan yang termasuk dalam Project RAFT ini kemudian berlanjut di Nanthala River, USA (1989), Reventazon & Pacuare Rivers, Costa Rica (1991), Coruh River, Turki (1993). Kemudian Camel Whitewater Challenge (CWWC) digelar di Zambezi River, Zimbabwe (1995, 1997 & 2001), Reventazon & Pacuare Rivers, Costa Rica (1998), Orange River, South Africa (1999) dan Futalevu River, Chile (2000).  

Ketiga event terakhir ini diberi status World Championship karenanya tim yang ikutserta telah mengikuti seleksi nasional ataupun regional di bawah koordinasi IRF.  Pada tahun 2000 IRF menyatakan akan menggelar World Rafting Championship (WRC) setiap dua tahun sekali. Jadi WRC telah digelar di Reventazon & Pacuare Rivers, Costa Rica (1998), Orange River, South Africa (1999) dan Futalevu River, Chile (2000), Gauley River, USA (2001), Vlatava River, Chech Republic (2003), Quijos River, Ecuador (2005), dan terakhir Naerinchon River, Korea (2007).


 

Tentang Penyelenggaraan 

Saya berkenalan dengan Sung Oh, yang menjadi Event Director lewat email. Ketika itu tim Korea akan berlatih di Indonesia (Sungai Asahan) saat di negara tersebut mengalami musim dingin dan Tim Korea tetap ingin berlatih. Kami akhirnya melakukan barter, sewaktu mereka berlatih di Indonesia kami fasilitasi mereka dan mereka akan lakukan hal yang sama jika kami berlatih disana.

Februari yang lalu, Pengda Sumut bantu kami fasilitasi latihan mereka di Asahan (Terima kasih untuk seluruh Pengda Sumut dan jajarannya). Hasil lainnya, kami juga ’mengintip’ kemampuan Tim Korea.  

Bicara soal Sung Oh, tim Indonesia agak di ’anak emas’kan olehnya dengan mendapat fasilitas yang bagus dan penginapan gratis selama latihan, walaupun untuk mendapatkannya tetap perlu ’berjuang’ melawan batas koordinasi dan komunikasi yang lumayan parah di kepanitiaan. 

Tentang komunikasi dan koordinasi yang serba ruwet terutama di awal pelaksanaan memang didukung oleh minimnya panitia yang bisa berbahasa Inggris.

Tapi suatu hari Sung Oh buka rahasia bahwa panitia terkendala dalam masalah dana. Jadi nggak heran kalau kami disuruh pergi ke penginapan A, lalu di penginapan tersebut tidak ada yang tau tentang kami, lalu dipindahkan ke penginapan B dan akhirnya setelah kami betah tinggal disitu, esoknya kami pindah lagi ke tempat lain. Ceritanya Sang Walikota Inje yang sedianya akan menjadi sponsor diganti dan pejabat yang baru tentunya punya kebijakan lain. Ternyata masalah klasik ini bukan hanya terjadi pada kita.    

Sungai Naerinchon  

Sungai Naerinchon berada di daerah pegunungan di Propinsi Gangwon di sebelah Timur Korea. Sungai ini berair jernih, dan berada tepat sejajar dengan jalan raya, sehingga memiliki akses yang sangat mudah di sepanjang sungai. Berada di dekat lokasi Mt Sorak National Park, sungai ini memiliki pemandangan yang sangat indah dan menjadi tujuan wisata bagi rakyat Korea.

WRC 2007 diharapkan dapat menghaslkan dampak positif bagi perkembangan industri wisata di lokasi tersebut, terutama dari sisi promosi wisata. Sungai yang memiliki tingkat kesulitan II-III pada saat lomba diselenggarakan ini, suhu airnya cukup dingin (18-20C) dan suhu udaranya 20-25C.     

Headquater  

Tepat dipinggir Sungai Naerinchon terdapat sebuah bangunan megah dengan dinding kaca yang dikelilingi lapangan rumput yang luas. Tempat yang disebut Headquater ini merupakan pusat kendali kegiatan. Disini para peserta melakukan registrasi, mencari informasi dan juga disediakan ruangan dengan computer dan internet khusus untuk mass media.  

Di lapangan parkir depan headquarter didirikan tenda-tenda besar. Sebagian untuk bazaar dan sebagian lagi untuk kantin makan siang para peserta. Fasilitas nya juga diperlengkap dengan deretan shower yang biasanya digunakan untuk wisata arung jeram. Tak lupa 2 container menambah kapasitas toilet yang sudah ada di headquater.   

Fasilitas Peserta: Akomodasi  

Ada 2 penginapan yang digunakan sebagai akomodasi atlit dan panitia yaitu Maen Hae, sebuah padepokan seni yang memiliki 2 penginapan dan teater terbuka dan Mirinae Camp, lokasi outbond training yang menurut ukuran saya luar biasa mewah.

Hari pertama kami tinggal di Maen Hae dan berikutnya atas bujukan Sung Oh, kami pindah ke Mirinae yang ternyata sesuai janjinya jauh lebih mudah tinggal disitu.  Mirinae Camp; artinya Galaxi memiliki 46 villa dan sederet fasilitas seperti Challenge Course, Indoor Swimming pool, Kantin, Cafe, Meeting Room, Business Centre, Laundry coin dan banyak fasilitas shower & toilet selain yang berada di dalam villa. Juga ada sederet ATV dan kayak inflatable yang di parkir disana.  

Kami ditampung di villa no.1 di deretan villa yang paling luas. Di dalam villa dua tingkat itu terdapat dapur, ruang tamu dan 2 kamar serta teras. Yang menarik closet nya dilengkapi dengan banyak tombol untuk berbagai shower, panty drier, pemanas tempat duduk, bahkan massage. Sungguh ’barang mewah’ buat kami yang biasa jongkok di pinggir sungai saat berlomba! 

(bersambung : 2nd Part )

 

klik ini : http://faji.org/?go=artikel&id=13&hal=1

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org